Site icon

400 Hari Ruben Amorim di MU: Performa Belum Konsisten, Baru 8 Kali Nirbobol, Lini Belakang Bobrok?

Pengantar: Ekspektasi Tinggi, Realitas Berbeda

Ketika Ruben Amorim di MU diumumkan 400 hari yang lalu, euforia menyelimuti Old Trafford. Pelatih asal Portugal ini membawa reputasi sebagai ahli taktik yang mampu mengubah Sporting CP menjadi juara dengan sistem tiga bek yang menarik. Namun, setelah melewati satu musim penuh dan sebagian musim berikutnya, hasil di Manchester United jauh dari kata memuaskan.

Meskipun menunjukkan kilasan permainan menyerang yang menarik, masalah utama yang terus menghantui adalah Inkonsistensi MU dan, yang paling mengkhawatirkan, rapuhnya pertahanan.

📉 Statistik yang Mengkhawatirkan: Minimnya Clean Sheet

Angka seringkali tidak berbohong, dan statistik pertahanan MU di bawah Amorim menunjukkan celah serius. Dari total pertandingan yang dijalani (sekitar 55 pertandingan dalam 400 hari), tim hanya mencatatkan 8 kali Nirbobol (Clean Sheet).

Analisis Pertahanan

MetrikData 400 Hari Amorim (Perkiraan)Keterangan
Total Kebobolan70 GolRata-rata 1.27 gol per pertandingan—angka yang terlalu tinggi untuk tim top 4.
Rata-rata Kebobolan per Game1.27Jauh di atas rata-rata pelatih sukses di Premier League.
Gol Kebobolan dari Set-Piece18 GolMenunjukkan kelemahan serius dalam organisasi dan marking bola mati.

🛑 Pertanyaan Besar: Apakah Lini Belakang MU Bobrok?

Pertanyaan yang sering dilontarkan penggemar adalah: apakah masalahnya terletak pada sistem taktik Amorim, atau pada kualitas pemain bertahan itu sendiri?

Taktik 3-4-3 yang Rentan

Amorim dikenal setia dengan formasi tiga beknya (3-4-3 atau 3-4-2-1). Sistem ini menuntut wing-back memiliki stamina luar biasa untuk bertahan dan menyerang, serta tiga bek tengah yang cerdas, cepat, dan piawai mendistribusikan bola.

  1. Tekanan pada Wing-Backs: Ketika wing-back terlambat turun, flank menjadi area yang rentan, memaksa bek tengah melebar dan meninggalkan celah di area tengah.
  2. Kualitas Bek Tengah: Beberapa bek MU tampak kesulitan dalam peran Amorim yang mengharuskan mereka mengambil risiko saat mengoper bola dari belakang (build-up). Kesalahan individu (individual errors) sering menjadi penyebab gol kebobolan.

Masalah Kualitas Pemain

📊 Performa Manchester United: Inkonsistensi yang Mendominasi

Selain isu pertahanan, kinerja tim secara keseluruhan menunjukkan grafik naik-turun yang ekstrem.

Kesimpulan: Butuh Solusi Cepat atau Perubahan

400 hari adalah waktu yang cukup bagi Ruben Amorim di MU untuk menanamkan filosofinya. Jelas terlihat bahwa ada budaya sepak bola yang berusaha ia bangun, tetapi jika Lini Belakang MU Bobrok terus menjadi masalah, kesabarannya dan kesabaran manajemen klub akan diuji.

Untuk mengubah narasi ini, Amorim perlu segera menemukan solusi, apakah itu dengan menyederhanakan taktiknya, atau menuntut dukungan transfer yang lebih cepat dan tepat sasaran untuk mengisi lubang pertahanan yang begitu menganga.

Exit mobile version